Header Ads

Specialis Pencuri Ternak Tewas Di Amuk Massa

acehbaru.com | Langsa - Suratman (40) pencuri sapi mantan warga  Desa Asan Petek Langsa yang kini menetap di Kampung Bandung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Selasa 4 November 2014 dini hari tewas diamuk massa di Gampong Asam Petek, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa. Warga menemukan barang bukti daging sapi.



Warga telah mencurigai Suratman (40) sebagai otak pelaku pencurian sejumlah hewan ternak di Gampong itu sejak lama, namun warga belum berhasil menemukan tertangkap tangan. Namun Selasa dinihari itu, kepiawaian Suratman mengaburkan mata dan telinga warga berakhir sudah. Jelang subuh kelompok pencuri ternat dibawah komando Sratman kembali bereaksi, tak anyal warga yang sudah siap siaga menangkap Suratman yang sedang mencuri sapi milik Wagiman. Suratman CS memang bukan pencuri baru, itu dilihat dari aksinya, mereka langsung menyembelih Lembu di kandangnya.



Rasa kesal dibalut kemarahan yang sudah memuncak dari warga karena telah keseringan hilang hewan ternak terlampiaskan secara tidak terkontrol malam itu. Warga menyergab, Suratman sang mantan warga setempat tertangkap, empat cs lainnya berhasil kabur. Suratman jadi bulan bulanan amuk massa, ia akhirnya menghembuskan nafas terakhir ditempat kejadian.



Kepolres Langsa Langsa, AKBP H Hariadi SH SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Sutrisno yang ditanyai Serambi mengakui adanya kejadian itu. Kini, kasus pengeroyokan yang berujung maut itu sedang diselidiki polisi. Bahkan polisi sudah memintai keterangan sejumlah saksi yang seluruhnya warga Gampong Asam Petek.



Kasus kematian Suratman, kata Kasat Reskrim, termasuk dalam kategori kasus penganiayaan berat karena menyebabkan nyawanya melayang. Sedangkan dalam kasus pencurian sapi, pihak kepolisian sudah mengantongi sejumlah nama pelaku yang kini buron, diperkirakan empat orang.



Kasat Reskrim juga meminta pemilik yang sapinya dicuri segera membuat laporan resmi ke Mapolres Langsa. “Kami mengimbau masyarakat, jika berhasil menangkap pelaku kriminal, baik itu pencuri ternak maupun yang lainnya, serahkan langsung atau laporkan segera kepada pihak berwajib. Bagaimanapun, tindakan main hakim sendiri itu tidak dibenarkan oleh hukum,” imbuhnya | LIA
| Sumber Serambi |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.