Header Ads

Reporter acehbaru.com Menangi Lomba Artikel Wisata

acebaru.com | Aceh Utara - Reporter acehbaru.com, Mukhlis Azmi terpilih sebagai juara III lomba menulis artikel dengan tema Wisata Indonesia yang diadakan oleh Asia Wisata (travel agency) Jakarta, belum lama ini. Rabu, 19 November 2014.



Azmi nama panggilan mahasiswa semester terakhir Unimal Lhokseumawe itu memenangkan tulisan dengan judul 'Inilah Pantai Ule Rubek, Eksotis dan Indah tapi Terlarang' judul itu dipilih penulis karena menurutnya pantai Ule Rubek yang pernah ramai dikunjungi wisatawan lokal dimasa lalu tapi kini pantai nan indah itu sepi dari kunjungan.Penyebabnya tidak lain, toh karena dianggap bila dikunnjungi  beramai -ramai ke pantai akan banyak terjadi maksiat.



Sekilas, Pantai Ulee Rubek merupakan pantai yang eksotis dengan berbagai macam keasrian dan pemandangan  sunset saat senja dijemput malam, mampu menyejukkan setiap jiwa yang gundah dan risau. Gadis-gadis kecil di tepi pantai menjajakan kerang hempasan ombak, adakala berlarian saling mengejar. Betapa tenang dan damai. Setidaknya demikian gambaran suasana saat–saat  malam menjemput siang di pantai Ulee Rubek.



Tahun 1990-an, pantai Ulee Rubek yang berada di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara menjadi tempat wisata alam favorit warga kabupaten setempat dan sekitarnya. Apalagi kala hari minggu atau Rabu Abeh (Rabu di penghujung bulan safar) datang, pantai ini dipastikan sesak dengan para turis serta aneka pedagang dadakan yang berjualan.



Di era tahun 2000-an, pantai ini mulai dilarang sebagai objek wisata oleh para pemuka agama dan para tokoh setempat. Menurutnya,  keberadaan pantai Ulee Rubek sebagai objek wisata mengundang kemaksiatan yang dilakukan oleh para pengunjung. Rimbunnya sekumpulan pohon pandan di sekitar pantai ini  menjadi ladang mesum pasangan non-muhrim. (BACA : Inilah Pantai Ule Rubek, Eksotis dan Indah tapi Terlarang)



Ini jelas saja bertentangan dengan syari’at dan ini yang menjadi alasan objek wisata Pantai Ulee Rubek dinilai tak sesuai dengan budaya Islam. Aceh sebagai kawasan pertama Islam di Indonesia muncul yang juga dikenal dengan Serambi Mekkah atau sarat dengan budaya Islami sudah selayaknya dijaga dari apa yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai ajaran Islam. Apalagi saat ini syari’at Islam telah resmi berlaku di Aceh. (BACA : Inilah Pantai Ule Rubek, Eksotis dan Indah tapi Terlarang)



Sekretaris Kesatuan Mahasiswa dan Santri (KeMS) Seunuddon, Muhammad Ali  menjelaskan, pantai tersebut dilarang sebagai objek wisata dikarenakan tak ada yang mampu menjamin bahwa pengunjung tak akan melakukan kemaksiatan seperti mesum atau hal yang kontra dengan syrari’at. “Tak ada yang mampu menjamin bahwa di pantai ini tak ada yang mesum bila dijadikan objek wisata,” sebutnya.



[caption id="attachment_18311" align="alignright" width="300"]Muklis Azmi- Muklis Azmi | Foto Istimewa[/caption]

Tulisan inilah yang membawa Muklis Azmi meraih juara III lomba menulis artikel dengan tema Wisata Indonesia yang diadakan oleh Asia Wisata (travel agency) Jakarta. Dalam lomba kategori peserta umum ini, juara I dan II masing-masing diraih oleh Astari Ratnadya dan Mariyana yang diketahui berasal dari Jakarta. Pengumuman dan penyerahan hadiah berlangsung pada Sabtu 15 November 2014 di MTH Square, Jakarta Timur.



Hadiah berupa piagam, uang tunai dan voucher umrah untuk juara I sampai III masing-masing diserahkan oleh Direktur Asia Wisata Yanurmal, Ambassador Asia Wisata Reynold dan Komisaris Majalah Info Franchise, Tri Raharjo.



Tri Raharjo disela-sela penyerahan hadiah mengucapkan selamat kepada pemenang lomba menulis artikel Wisata Indonesia. "Teruslah berkarya," ucapnya. | IRA |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.