Header Ads

Relawan Lkbh Unsam Mendapat Training Advokasi

acehbaru.com | Langsa - Sedikitnya, dua puluh relawan dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Samudra Langsa, Kamis 6 November 2014 mengikuti training advokasi. Yang berlangsung selama sehari, bertempat di aula fakultas hukum UNSAM Langsa.



Para relawan menerima sejumlah materi teori hukum dan bagaimana penyelesaian sengketa yang disampakan oleh tiga oran dosen dan ahli hukum dari Universitas Samudra, yaitu



Direktur LKBH UNSAM Syahrizal Ardha,SH,MH mengatakan training advokasi ini adalah salah satu upaya peningkatan kapasitas untuk relawan LKBH dalam melakukan advokasi hukum bagi masyarakat. Rencannya, setelah mendapat training para relawan ini akan turun ke desa guna melakukan pendampingan advokasi bagi masyarakat yang membutuhkan, “ucap Syahrial Ardha.



Pelaksanaan training advokasi bagi 20 orang relawan LKBH UNSAM adalah kerja sama antara LKBH UNSAM dengan Yayasan SHEEP Indonesia.



Manejer Yayasan SHEEP Indonesia Perwakilan Aceh, Heri Saswito Wibowo mengungkapkan bahwa banyak persoalan hukum dan HAM yang muncul khususnya di desa baik pada tingkat masyarakat maupun aparatur desa. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) UNSAM Langsa dan Yayasan SHEEP Indonesia.



Persoalan hukum yang sering terjadi antaranya; konflik pertanahan masyarakt dengan perusahan, permasalah implementasi hukum adat dan Tata kelola pemerintahan gampong ( legal drafting). Sementara pemahaman hukum dan HAM bagi masyarakat dirasakan masih sangat kurang. Sehingga akses dalam mengelola dan menyelesaikan masalah sering tidak tercapai.



Melihat hal ini, LKBH UNSAM dan Yayasan SHEEP Indonesia berkerjasama melakukan pendampingan bagi masyarakat di desa-desa. Tujuannya untuk pemberdayaan bagi masyarakat marjinal menuju masyarakat yang tangguh di Aceh Timur dan Aceh Tamiang.



“Melalui training ini diharapkan semakin menguatkan keterampilan relawan dalam memberikan input kepada Community Bused Organisation (CBO) & Civil Society Organisation (CSO) sebagai mitra diskusi dan penggerak perubahan di desa,” ujar Heri Sasmito Wibowo.



Diharapkan para relawan memiliki pemahaman tentang konteks sesuai dengan dinamika di desa dan memiliki pengetahuan dan kemapuan dalam memahami tentang pendidikan kritis berkaitan dengan Integrasi Hukum dan HAM di masyarakat.



Dekan fakultas hukum UNSAM Langsa, Dr. Iman Jauhari, S.H., M.Hum dalam kata sambutan mengatakan training advokasi kepada para relawan LKBH Unsam dan bisa bekerjasama dengan Yayasan SHEEP Indonesia merupakan gagasan yang luar biasa. Dijelaskan bahwa pendampingan advokasi bagi masyarakat membutuhkan banyak latihan, minat dan bakat serta keserasian.



“Training ini akan sangat membantu bagi para relawan tentang apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan di masyarakat,” ungkap Dr.Iman Jauhari,SH,MHum. Materi yang diberikan antaranya hukum adat, advokasi dan penyelesaian sengketa, penguatan pemerintahan gampong dan peng-organisasian masyarakat, “Paparnya. | JIM |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.