Header Ads

Orang Perancis Pakai Helikopter Berniat Mencuri Batu Merangin

acehbaru.com | Jambi - Geopark di Kabupaten Merangin telah menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Selain menjadi objek wisata, ternyata koleksi batu-batuan kuno dan purba di sana juga diperjualbelikan, harganya sampai miliaran rupiah.



Hal tersebut diceritakan Bupati Merangin Al Harris saat mengunjungi Tribun Jambi, Kamis 22 November. "Sekarang sedang banyak yang jual batu akik. Batu akik dari Merangin itu sudah ada yang menjual sampai Rp 50 juta," katanya.



"Malah ada orang Perancis yang pernah datang pakai helikopter berniat mengambil batu khusus, namun ketahuan oleh warga, lalu dia pulang. Oleh warga lalu batu tersebut ditenggelamkan ke sungai."



Jenis batu yang berusia sekitar 300 tahun disebutnya juga ditawar oleh orang dari Malaysia. "Ada jenis batu, batu lesung namanya, batu yang usianya 300 tahun, yang itu hendak dibeli oleh Malaysia Rp 5 miliar," ujarnya. Untuk melindungi lokasi batu-batuan kuno di sana, menurut bupati pemkab telah membangun pos jaga.



Al Harris mengatakan secara komersial, potensi batu yang memiliki nilai ekonomis tinggi untuk diperdagangkan secara legal adalah batu sangkai. Namun disayangkan jenis batu ini lebih banyak diperjualbelikan secara mentah, belum barang jadi. "Batu sungkai itu hasil terbesar dari Merangin, namun dibawa ke Bogor jadi meja dan sebagainya. Ini sudah saya tekankan agar jangan dibawa sebagai bahan mentah tapi di sini digarap menjadi barang jadi."



Potensi batu-batuan kuno yang ada di Merangin akan dikembangkan lebih jauh oleh pemkab. Selain menyiapkan agenda tahunan di Geopark, dan mencanangkan Visit Geopark 2015, juga telah disiapkan lokasi empat hektare di Jangkat yang memiliki potensi berisi batuan purba. Di Geopark juga direncanakan akan dibangun tempat pemondokan bagi wisatawan.



Wisatawan baik domestik maupun mancanegara bisa kapan saja mengunjungi Geopark. Kepada Tribunjambi.com, mereka menyebutkan telah menyiapkan beberapa kemudahan. "Perahu arung jeream sudah disiapkan. Dan sudah ada paket makan minumnya. Kapan pun datang ke saja bisa. Ada makanan khas seperti tempoyak (durian yang telah diperam selama beberapa waktu kemudian dicampurkan ke dalam masakan, red) dalam bambu," kata Kabag Humas Pemkab Merangin, Toher. | Tribunnews.com |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.