Header Ads

Oknum Sopir Sekdakab Aceh Timur Kepergok “Gerogoh“ Anak Tiri

acehbaru.com | Aceh Tamiang – Oknum sopir dibagian umum Sekretariat daerah Aceh Timur yang berinisial Tgk AS atau sering dipanggil Wak R, Kamis dinihari kepergok istrinya sedang “merogoh” bagian terlarang AI (8) yang merupakan anak tirinya. Aksi bejad itu melahirkan jeritan keras dari istrinya Ttk (32) hingga membangunkan setengah kampung warga Desa Seuneubok Punti kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang. Kamis 20 November 2014



Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun acehbaru.com, insiden tersebut diketahui sekitar pukul 03:00 Wib dinihari, kala itu istrinya Ttk sedang tidur, tiba-tiba ia terbangun dan kepergok aksi suaminya yang sedang merogoh bagian terlarang anak perempuannya yang masih berusia 8 tahun itu.



Melihat kejadian tidak biasa itu, spontan Ttk berteriak dan menjerit dan bahkan sempat memukuli sang suaminya. Teriakan dan jeritan perempuan paruh baya inilah yang membangunkan warga desa Seuneubok Punti Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang bangun dan meluncur kelokasi sumber suara.



“Waktu saya bangun udah ramai disini, dan seluruh keluarga kakak itu udah bangun, dan saya liat kak Ttk menangis, pas saya dengar cerita ternyata kejadiannya itu,” Ujar seorang warga yang ikut hadir pada Kamis dinihari itu.



Berdasarkan cerita yang berkembang, cerita pencabulan yang dilakukan ayah tiri tersebut bukan terjadi malam itu saja, namun sebelumnya juga pernah terjadi perlakukan tidak senonoh terhadap anak perempuan AS (8) tahun. Dan kejadian sebelumnya sempat diceritakan kepada ibunya. Tetapi cerita sang anak tidak dianggap begitu serius oleh sang ibu. “Ini sudah dilihat mungkin terkejut dan sudah percaya, makanya kak Ttk begitu terpukul,” Ujar sejumlah warga kepada reporter acehbaru.com



Sementara Tgk AS atau sering dipanggil Wak R yang saat itu masih berada di rumah tersebut mengambil ksesempatan disaat warga yang telah disulut emosi melarikan diri dengan mobil dinas jenis Kijang Kapsul milik Bagian umum Setdakab Aceh Timur. “Dia pakai mobil plat merah, malam itu, memang selalu kok mobil itu sama dia,” Sebut warga yang lain.

Saidil penjabat sementara Datok penghulu (Kepala Desa) Desa Seuneubok Punti Kecamatan Manyak Payed kabupaten Aceh Tamiang, mengatakan ia terjaga pukul 04:00 Pagi setelah dibangunkan keluarga korban dan warga. “Mereka datang meminta surat pengantar untuk dilaporkan kasus ini ke Polsek, kasus seperti ini tidak diselesaikan di Kampung, Ya sekarang kasus tersebut telah ditangani Polsek” Ujar Saidil



Redaksi acehbaru.com belum berhasil mengkonfirmasi Kapolsek Kecamatan Manyak Payed terkait langkah hukum terhadap pelaku. Namun warga berharap penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan menghukum seberat-beratnya pelaku yang telah bertindak bejad terhadap anak dibawah umur. | IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.