Header Ads

Luas Hutan Lindung Aceh 1,8 Juta Hektare

acehbaru.com | Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Ir Husaini Syamaun MM menyatakan luas areal hutan lindung Aceh 1.844.500 hektare, bukan 3,5 juta hektare, seperti disebutkan pihak Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh.



“Luas hutan lindung Aceh itu ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 170/Kpts-II/2000 yang diterbitkan 20 Juni 2000,” kata Husaini kepada Serambi, Minggu (22/11), menanggapi penjelasan pihak Walhi Aceh yang diterbitkan harian ini, 16 Nopember 2014 lalu.



Husaini mengatakan, pihaknya perlu meluruskan kembali data yang disampaikan Walhi Aceh tersebut, karena informasi itu nanti bisa menyesatkan publik.  Dalam SK Menhut, kata Husaini, disebutkan total luas kawasan hutan Aceh, lebih kurang 3.549.813 hektare. Dari jumlah itu, luas kawasan hutan lindungnya sekitar 1.844.500 hektare, kawasan hutan konversi lebih kurang 1.066.733 hektare dan kawasan hutan produksi lebih kurang 638.580 hektare.



Setelah revisi tata ruang wilayah (RTRW) Aceh, kata Husaini, luas kawasan hutan Aceh mengalami perubahan menjadi  3.557.916 hektare. Perubahan ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 865/Menhut-II/2014 yang diterbitkan 20 September 2014. Ini artinya kawasan hutan Aceh bertambah 8.103 hektare, dibandingkan SK Menhut sebelumnya.



Hausaini mengakui, di beberapa  tempat tutupan hutan lindung mengalami kerusakan sporadis, tetapi hal itu tidak mengubah statusnya sebagai kawasan hutan lindung. Kondisi dan kerusakaannya tidak seperti yang disampaikan Walhi Aceh mencapai 983.741 hektare.



Saat ini, kata Husaini, dibeberapa tempat memang ada kegiatan ilegal yang terindikasi berada di dalam kawasan hutan lindung maupun kawasan hutan lainnya. Ada beberapa faktor kegiatan yang memicu terjadinya kerusakan kawasan hutan. Antara lain perkebunan, pertambangan, dan pembukaan jalan baru atau jalan tembus di dalam kawasan hutan.



Ia menambahkan, Dinas Kehutanan Aceh bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota, Polhut, Pamhut dan Organisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) serta aparat kemananan setempat (Polri/TNI), terus melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelaku perambah kawasan hutan, baik kawasan hutan lindung, hutan konservasi maupun hutan produksi.



“Banyak sudah pelaku perambah hutan dan pengangkut kayu ilegal yang sudah ditangkap Polhut, Pamhut, KPH  dan aparat keamanan di berbagai kabupaten/kota,” kata dia.



Husaini menybut contoh, di Aceh Besar, ada 10 orang pelaku peredaran kayu ilegal sedang menjalani proses hukum. Di Bener Meriah, ada delapan orang yang sedang ditangani Polres setempat. Di Aceh Tengah, ada 6 orang pelaku perambah hutan yang kini juga sedang dalam proses hukum. Di Aceh Tamiang, ada dua orang pelaku perambah hutan, telah divonis pengadilan.



Sementara dua orang di Aceh Tamiang sudah divonis hakim, puluhan orang lagi sedang menjalani prose penyidikan, di sejumlah polres di kabupaten/kota.| Sumber Serambi |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.