Header Ads

Lagi, Napi Kabur Lewat P2U, Kakanwil: Kalapas Lhokseumawe Tidak Becus

acehbaru.com | Lhokseumawe - Belum sampai 1 bulan serah terima kapala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA  Lhokseumawe,berbagai kasus telah terjadi dari kasus bisnis sewa kamar untuk  penyaluran Biologis para Napi sampai mengeluarkan Napi dari LP.



Informasi yang di terima Reporter acehbaru.com Sabtu 22 November 2014 selain penyewaan sel kamar napi untuk tempat penyaluran biologis para napi dan  kasus napi yg terpaksa tidur diluar sel sampai sakit terakhir harus diopname di RS-PMI. kali ini seorang narapidana bernama Zulkifli terpidana 7 tahun dalam kasus narkoba berhasil melarikan diri dari pintu utama (P2U) yang melibatkan petugas lapas bernama Handri Maswar,yakni petugas yang telah beberapa kali telah melakukan pelanggaran yang namun sampai hari ini belum ada sanksi yang tegas diberikan padanya,sampai detik ini sinapi yang awalnya bisa melewati pintu utama P2U atas seizin pihak lapas tidak tahu dimana rimbanya.



"Handri maswar ka 3 droe jiplung napi"(Hendri Miswar sudah empat orang napi yang di keluarkan), yang pertama Mualem alias Tarmidi terpidana 13 tahun penjara, kedua Raden Geudong terpidana 13 tahun, dan yang ke Tiga Zulkifli terpidana 7 tahun semua di keluarkan lewat P2U tanpa ijin Kalapas, dan tindakan itu melanggar pasal 426 ayat 1. kenapa kami petugas lapas yang pernah berbuat hal sama kena sanksi dan malahan ada diantara kami petugas lapas yang dipindah tugaskan serta ada juga pejabat lapas yang tidak ada jabatan apapun (non job),malah diantara kami ada yang dipidana.ungkap seorang petugas LP yang namanya tidak boleh di tulis oleh wartawan.



Kenapa pak Kakanwil tidak adil dan kenapa Jakarta cuma dia saja dan malah Kalapas yang sudah jelas bermasalah bukannya diberi sanksi malah diberi jabatan baru seperti Kalapas Lhokseumawe. ungkap beberapa pejabat serta serta petugas Permasyarakatan yang pernah melakukan pelanggaran serta mendapat sanksi dimasa Kakanwilkumham Aceh Fathlulrachman.



Anehnya ketika kita lakukan konfirmasi pada kalapas  M.Sutan tidak menjawab panggilan telepon,sedangkan ketika di konfirmasi KA KPLP Irman menjawab benar tapi sebaiknya hubungi atau tanyakan sama bapak kalapa.



Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Aceh Fatlulrahman saat di hubungi Reporter acehbaru.com mengatakan jika yang terduga yang namanya disebutkan tersebut sudah beberapa kali kami tegur dan kami kenakan sanksi, dan masalah M.Sutan sebelum saya lantik sudah saya laporkan ke Ditjenpas untuk di tinjau ulang dan masalah Hendri Maswar sudah di jatuhkan sanksi dan kali ini terjadi lagi akan di BAP, bisa kenak hukuman berat dan di mutasikan yang tidak menangani Napi". Pungkasnya



"Sekarang akan kami pindahkan dia jika benar dia yang melakukan, bikin malu aja itu orang, emang kerjanya tidak becus"jawab Fatlulrahman dengan suara agak geram,



Sementara Direktur Jendral Pemasyarakatan Handoyo sudrajat melalui direktur keamanan dan ketertiban Ditjenpas  Bambang Sumardiono mengatakan Pihaknya akan belum terima laporan, dan yang harus bertindak tegas adalah kanwil, karena itu wilayah tugas mereka, dan kami cuma teriam laporan dari Kanwil, ungkap Bambang. | AMI |



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.