Header Ads

Masyarakat Nisam Sampaikan Keluhan Kepada Tengku "Cagee" DPRA

acehbaru.com | Aceh Utara -Masyarakat Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan keluhan desa mereka kepada Azhari Cage Anggota DPRA di Aula Kantor Camat Kecamatan Setempat, Selasa21 Oktober 2014



Pada pertemuan yang di fasilitasi oleh Camat Ibrahim S,sos tersebut di hadiri oleh kepala desa, mukim, kejreung blang dan tokoh masyarakat, dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa keluhan masyarakat tersebut mayoritas masalah jalan yang masih berlumpur, serta waduk tempat penampungan air yang belum berfungsi.



Kondisi Waduk Paya Punjot di kawasan Nisam Antara yang sampai saat ini belum rampung, padahal waduk seluas 35 Hektar tersebut sudah dibangun sejak periode bupati Ilyas Pase dan rencananya untuk mengairi ribuan hektar sawah warga Nisam.



“Sawah-sawah warga butuh air, sudah empat kali musim tanam kita gagal panen. Waduk itu belum berfungsi, karena pembangunannya belum selesai. Persoalan ini harus segera diselesaikan, karena ini kebutuhan mendesak,” sebut Latifuddin, Keujruen Blang Kecamatan Nisam dalam pertemuan itu.



Akibat tidak adanya air untuk persawahan mengakibatkan gagal panen yang sudah tiga kali terjadi antara lain di Meunasah Blang Crok, Meunasah Krueng, Ketapang, Cot Mee, Cot Euntung dan Cot Mambong. “Kami berharap, tahun depan Waduk itu bisa segera diselesaikan, agar masyarakat tidak semakin sengsara,” sebutnya lagi.



Menanggapi persoalan itu, Azhari Cage menjelaskan, persoalan yang telah diungkap warga akan dimasukkan ke dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2015. Untuk masalah waduk , diperlukan dana sebesar 50 Rp miliar lebih, itu sudah termasuk finishing dan jaringannya.



“Dana itu tidak sepenuhnya ditanggung oleh APBA, namun akan sharing dengan APBK 2015. Mengingat nilai devisit anggaran tinggi, maka proses pembangunan dan perbaikan jalan di Nisam akan dilakukan secara bertahap. Target kita, 2017 semua jalan sudah diaspal dan masalah waduk selesai,”Ungkap Cage di depan warga.



Setelah berjumpa dengan masyarakat Nisam, Azhari Cage juga menemui masyarakat kecamatan Bandar Baro. Rangkaian kegiatan itu merupakan agenda silaturrahmi dengan konsituen , sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, selama masa transisi setelah dilantik sebagai dewan baru. | IRA | TFQ|



Arti Kata - Azhari adalah anggota DPR Aceh- Ia berasal dari Partai Aceh, sebelum Aceh damai ia adalah salah satu mantan combatan wilayah Pasee, pada masa itu namanya bertambah menjadi Azhari Cagee. Cagee bahasa Aceh secara bahasa adalah nama binatang yang dilindungi yaitu Siamang. Entah karena ada keahlian khusus sebagai pasukan GAM hingga nama Cagee padanya begitu cocok dan melekat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.