Header Ads

Mahasiswa Aceh-Jakarta Kecam Tindakan Polres Lhokseumawe Tangkap Kordinator Demo Arun

acehbaru.com | Jakarta - Aliansi Mahasiswa Aceh-Jakarta mengecam tindakan Polres Lhokseumawe menangkap kordinator demontrasi PT Arun LNG terkait dengan tuntutan diselesaikannya relokasi masyarakat yang digusur 43 tahun silam. Jumat 31 Oktober 2014



Habibillah juru bicara Aliansi Mahasiswa Aceh- Jakarta mengatakan penahanan terhadap Tri Juanda yang merupakan coordinator lapangan aksi demo tersebut adalah tindakan yang sangat disayangkan, menangkap dan menahan justru bukanlah sebuah solusi menyelesaikan masalah yang disuarakan oleh masyarakat.



“Seharunya PT. Arun merespon aspirasi masyarakat yang melakukan aksi demontrasi bukan mengabaikan begitu saja, yang kemudian muncul kekecewaan kerena aspirasi masyarakat sama sekali tidak dihargai,” Ujar Habibillah dalam rilis yang diterima redaksi acehbaru.com. Baca Kordinator Demo Ditangkap Polisi



Menurutnya terjadinya kericuhan pada saat aksi demontrasi beberapa hari yang lalu dilatarbelakangi dengan kekecewaan karena mereka sama sekali tidak direspon, dan kemudian berujung pada penahanan coordinator aksi Trijuanda.



“Seharusnya korlap tidak semesti harus ditahan,” Tambah Habibillah Bravo Juru bicara AMSA.



Dia menambahkan masyarakat menuntut hak mereka, hal ini sebenarnya bukan hanya sekali ini saja, sudah bertahun mereka memperjuangkan hak ini akan tetapi sampai PT Arun sudah mengapalkan kargo gas terakhir tuntutan masyarakat eks Blang Lancang ini belum direalisasikan. Baca Demo Ricuh Korban Penggusuran PT. Arun, Metro Pagi Tak Sebutkan Nama Perusahaan



“Maka kalau mereka berdemo hari ini itu suatu kewajaran, dan pihak kepolisian tidak perlu menghambil tindakan menahan korlap dan kemudian menjadikan tersangka”



Maka oleh karena itu Aliansi masyarakat sipil Aceh Jakarta meminta Polres Lhokseumawe segera membebaskan Tri Juanda, Amsa mengecam tindakan represif aparat Polisi dan meminta Tri Juanda segera dibebaskan. Baca : Ini Demo Rucuh Didepan kantor Walikota Lhokseumawe



Habibilllah juga berharap untuk saat ini kita menghibau kepada teman-teman di Aceh untuk sementara waktu agar menahan diri, karena pihaknya sedang melakukan persiapan- persiapan untuk melakukan audiensi dengan Mabes Polri dan kita juga meminta pemerintah pusat untuk mengirim tim investigasi menyangkut dengan persoalan yang selama ini terjadi antara pihak PT Arun dan masyarakat. Baca : Tuntut 'Hutang PT. Arun, Demo Warga Rusuh



Sebagaimana diketahui, ratusan pendemo dari kalangan masyarakat dan mahasiswa terlibat bentrok dengan polisi dalam aksi unjuk rasa lanjutan Senin 27 Oktober 2014 di area halaman Komplek Perumahan PT Arun LNG. Demonstran merobohkan puluhan meter pagar kompleks perumahan PT Arun di Batuphat.



Selain melakukan pengerusakan  pagar dan papan nama perusahaan, pendemo juga membakar ban bekas di badan jalan sebagai bentuk protes tak kunjung selesainya proses ganti rugi lahan Arun. Ekses dari kerusuhan itu, polisi mengamankan koordinator aksi, Tri Juanda dan menetapkan sebagai tersangka dengan jeratan dua pasal pidana.



Kapolres Lhokseumawe, AKBP Joko Surachmanto, mengatakan kordinator Demo atas nama Tri Juanda telah ditetapkan sebagai tersangka. Tri Juanda sementara ini dijerat dengan Pasal 160 dan 170 KUHPidana yakni delik penghasutan dan perusakan terhadap aset negara. | IRA |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.