Header Ads

Legenda Tinju Dunia Muhammad Ali 'kian kritis' Didera Parkinson

acehbaru.com - Kondisi legenda tinju Muhammad Ali memburuk yang membuatnya tidak bisa berbicara, kata saudara Ali, Rahman.



"Saya tidak bisa lagi berbicara dengannya. Kondisinya sangat parah," kata Rahman Ali, seperti dikutip media di Inggris.



Rahman berada di Inggris untuk mempromosikan film terbaru Ali, I am Ali. Kondisi kesehatan yang memburuk membuat Ali tidak ambil bagian sama sekali dalam pembuatan film ini. "Ali tidak bisa berbicara. Tapi ia ikut bangga dengan film ini," ungkap Rahman, saudara Ali yang berusia 71 tahun.



Sejak 20 tahun terakhir, Ali -juara dunia tiga kali di kelas berat- menderita Parkinson, penyakit degeneratif yang mengganggu kerja sistem syaraf pusat. Ali diperkirakan terkena Parkinson akibat pukulan-pukulan yang menghantam kepalanya saat aktif bertinju.



Meski didera Parkinson, Ali masih tampil di depan umum, seperti ketika di luar dugaan ikut ambil bagian dalam upacara pembukaan Olimpiade di London pada 2012. Tujuh bulan sebelumnya ia juga hadir di acara ulang tahunnya yang ke-70.



Namun dalam beberapa bulan terakhir kondisinya kian parah dan kini lebih banyak berada di rumah. Ali tinggal di Arizona, Amerika Serikat, bersama istrinya, Lonnie.



Sebelumnya, tulis BBC, Kondisi kesehatan legenda tinju Muhammad Ali dilaporkan turun tajam dan bisa meninggal dunia dalam beberapa hari mendatang.



Saudara Ali, Rahman Ali, mengatakan mantan juara dunia tinju kelas berat ini tidak mampu lagi berbicara dan tidak lagi mengenalinya. "Saudara saya tak bisa berbicara. Ia tidak kenal saya. Ia sakit parah," kata Rahman Ali seperti dikutip berbagai surat kabar di Inggris.



"Ia mungkin akan bertahan dalam hitungan bulan atau mungkin dalam beberapa hari. Saya tidak yakin apakah ia masih hidup hingga pertengahan tahun ini," tambahnya.



"Hanya Tuhan yang tahu. Kalau pun ia meninggal, saya harap ia meninggal dunia dengan tenang," kata Rahman Ali.



Menurut Rahman Ali, kondisi kesehatan Muhammad Ali sangat buruk yang membuatnya tidak lagi merasakan sakit. "Ia pernah menarik lenganku dan mengatakan bahwa ia telah mencapai semuanya. Ia lantas memintaku tidak menangis," ungkap Rahman Ali.



Ia mengatakan dirinya berharap Muhammad Ali meninggal dunia dalam waktu dekat.











Mengidap Parkinson



"Semakin lama ia sakit-sakitan, semakin lama pula ia menanggung penderitaan," kata Rahman Ali. Namun keterangan Rahman Ali ini dibantah anak perempuan Muhammad Ali, May May Ali.



Menurutnya, Ali baik-baik saja ketika diajak berbicara melalui telepon. May May Ali menambahkan bapaknya menonton Super Bowl di rumahnya di Arizona. "Kabar yang menyebutkan Ali akan meningal dunia tak lebih dari rumor," katanya.



Muhammad Ali menyabet medali emas Olimpiade 1960 di cabang tinju di nomor kelas berat dan setelah memutuskan untuk terjun di tinju profesional ia tiga kali menjadi juara dunia tiga kali.



Beberapa pertandingan klasik Ali di antaranya adalah 'Rumble in the Junggle' melawan George Foreman pada 1974 dan 'Thrilla in Manila' melawan Joe Frazier setahun kemudian.



Muhammad Ali didiagnosis mengidap penyakit Parkinson pada 1984 namun tetap aktif selama bertahun-tahun. Dalam beberapa dekade terakhir orang mengingatnya menyalakan obor untuk Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. |BBC|



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.