Header Ads

Ini Tuntutan Warga Kepada Dua Perusahaan Mitra PLN Nagan Raya yang buat bising Desa Alue Dua

acehbaru.com | Langsa - PT.Bima Golden Powerindo (BGB) beserta PT. Kurnia Purnama Tama (KPT) bergerak dibidang rental genset untuk pembangkit tenaga listrik yang beroperasi di Gampong Alue Dua Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa terpaksa menghentikan aktivitas karena membuat bising warga sekitar. Sabtu, 25 Oktober 2014.



Kedua perusahaan yang kesannya hebat dan sombong itu karena beroperasi tanpa adanya analisis dampak Lingkungan dan belum diketahui siapa yang terlibat menjadi agen hingga dua perusahaan itu dapat beroperasi walau tanpa lengkap izin itu, kini harus berurusan dengan warga sekitar. Warga Desa Alue Dua yang belum pekak itu masih memprotes kebisingan yang disebabkan beroperasinya Genset milik dua perusahaan mitra PLN sektor Nagan Raya .



Akibatnya tercatat  sejak Sabtu 18 Oktober 2014 lalu dua perusahaan itu  terpaksa stop operasi, namun pada Rabu 22 oktober 2014 pihak perusahaan, perwakilan warga, Geuchik Gampong Alue Dua,  Camat setempat, Perwakilan Walikota Langsa , Kapolsek Langsa Barat duduk rembuk membicarakan soal ini.



Dan hasilnya warga menuntut 5 Butir poin yang harus dipenuhi perusahaan untuk dapat beroperasi kembali, tuntutan tersebut masing-masing :
1.    Perusahaan harus berupaya meredam suara mesin yang sangat membisingkan.
2.    Perusahaan harus membuat Amdal serta izin lingkungan.
3.    Perusahaan harus merekrut tenaga kerja local sesuai keahliannya.
4.    Perusahaan harus memberikan kompensasi atau konstribusi terhadap warga yang terkena imbas.
5.    Perusahaan dilarang melakukan aktifitasnya sebelum mengabulkan 4 butir tuntutan ini.



Zainuddin yang mewakili manager PT. PLN sector Naga Raya berjanji bahwa semua tuntutan warga akan dipenuhi.



Zainuddin menjelaskan untuk meredam suara mesin, perusahaan akan melakukan penanaman pohon bambu di sekitar lokasi dan juga membangun pagar seng berukuran tinggi seluas 80 meter persegi. Kemudian tentang pembuatan Amdal dan izin lingkungan sedang dalam proses pelaksaan dan mudah –mudahan segera akan terwujud, “kata Zainuddin.



Sementara Geuchik Alue Dua Hasballah mengaku dirinya belum pernah ada ikatan apapun dengan perusahaan yang beroprasi di wilayahnya. “Jangankan ada hubungan yang lain – lain selama lebih kurang 4 bulan sudah keberadaan perusahaan tersebut di daerah ini, pihaknya belum pernah menerima laporan atau pemberitahuan apapun dari perusahaan.



"Untuk memasuki pagar perusahaan saja dirinya mengaku tidak pernah, terkecuali pada saat warganya berunjuk rasa, itupun dengan tujuannya untuk mencegah jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, “ Aku  Geuchik.



Nazar yang mewakili Walikota Langsa yang juga Kontraktor PLN yang kini juga menjabat sebagai  staf ahli dibidang Energi mengatakan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan melalui musyawarah dan hal seperti ini. “Utamakan kepentingan orang banyak dari pada kepentingan kelompok dan pribadi, “ujar Nazar.



Nah pastinya masyarakat juga harus konsisten dengan telinganya yang selama ini berteriak terganggu dengan kebisingan. Jangan sampai bila - dan bila nantinya ada upaya "pengertian'  'Syap atau disalam', atau diiming pekerjaan untuk putra dan putri bangsa mulia Desa Alue Dua, yang sebenarnya kebisingan masih terasa. Tapi karena di 'Syap atau disalam', atau diiming pekerjaan, telinga dapat dikontrol untuk tidak merasakan kebisingan lagi. "Jangan sampai begitu tengku" | IRV | JIM|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.