Header Ads

Ini Cerita Demo PT. Arun LNG Hingga Ricuh Didepan Kantor Walikota

acehbaru.com | Lhokseumawe – Kericuhan demo seratusan masyarakat eks Blang Lancang dan Rancong dalam aksi unjuk rasa menuntut diselesaikannya persoalan resetlemen atau pemukiman baru bagi pemilik tanah atas pembangunan Arun pada tahun 1971 didepan kantor Walikota pada, Selasa pagi  21 Oktober 2014. berakhir ricuh.



Kericuhan berawal saat massa terlibat saling dorong serta saling pukul dengan anggota polisi yang melakukan pengamanan kantor wali kota, sehingga para pendemo yang memaksa masuk ke halaman kantor tersebut, merobohkan pintu pagar besi.



Setelah para pendemo masuk kedalam halaman kantor, aksi kejar- kejaran dengan polisi kembali terjadi, sehingga memaksa aparat kemanan melakukan tembakan ke udara sebanyak empat kali untuk membuat para pendemo mundur. Bukannya mundur, malah para pendemo yang mayoritas ibu ibu tersebut menghala-halangi pihak keamanan yang mencoba mengamankan salah seorang pengunjuk rasa.



Aksi unjuk rasa tersebut untuk menuntut janji pemerintah yang menyediakan resetlemen ( perkampungan baru ) bagi mereka yang di gusur oleh kilang minyak raksasa milik PT Arun Ngl yang telah di janjikan kepada mereka dari tahun 1974, namun sampai sekarang belum di realisasi.



Empat desa ini yaitu Blang Lancang Barat, Blang Lancang Timur, Rancung Barat dan Rancung Timur. Seperti disampaikan Zubir, disana ada 542 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban penggusuran perusahaan tersebut. Hingga saat ini,Zubir menerangkan, pihaknya terus menuntut pihak PT. Pertamina, PT. Arun NGL, Pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikannya tuntutannya.



“Yang kami mau adalah realisasi janji PT. Arun. Kami hingga sekarang kehilangan tempat tinggal dan belum ada ganti rugi yang kami terima secara sah,” kata M. Zubir.



Unjuk rasa tidak bisa terkendali lagi karena massa meminta Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya Untuk keluar menemui para pendemo, namun sampai sore Pak Wali kota tidak kunjung keluar | IRA | TFQ|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.