Header Ads

Buku Penjas Berisi 'Pacaran Sehat' Dilarang Beredar di Sabang

acehbaru.com | Sabang - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sabang memerintahkan kepala-kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dan  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar tidak membagikan buku teks pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk siswa kelas XI.Buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014 itu terdapat materi cara berpacaran yang sehat yang tidak layak diajarkan kepada siswa.



Kepala Dinas Pendidikan Kota Sabang, Drs Mismas, kepada Serambi, Sabtu (11/10)  mengakui, sudah menerima informasi tentang buku teks Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesenian untuk siswa kelas XI yang bertentangan dengan syariat Islam dan budaya Aceh itu. Pada bab X terdapat materi tentang cara berpacaran yang sehat.



Sebagai bentuk keseriusannya, ia segera mengundang komisi fatwa Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) dan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Sabang untuk mengkaji materi buku kontroversial tersebut, apakah layak  diajarkan kepada siswa atau tidak. Untuk sementara waktu, pihaknya melarang kepala sekolah di Kota Sabang untuk membagikan buku itu kepada siswa.



Namun, katanya, jika tidak ada buku lain sebagai alternatif pengganti buku tersebut, Misman mengaku tak ada pilihan lain, ia terpaksa mencopot halaman-halaman yang berisi materi tentang cara berpacaran yang dinilai tidak sesuai dengan budaya dan syariat Islam di Kota Sabang. Ia mengaku, tidak mungkin lagi menggunakan buku lama sebagai referensi pembelajaran, karena tidak sesuai dengan kurikulum tahun 2013.



Lebih lanjut Misman menjelaskan, pengadaan buku Pendidikan Jasmani Olaharaga dan Kesehatan bersumber dari dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Buku teks tersebut dikirim oleh pemerintah pusat sekitar lima hari sebelum Lebaran Idul Adha 1435 Hijriah, setelah pihak sekolah melunasi biayanya. Namun,  karena masih suasana libur, buku tersebut belum dibagikan kepada siswa pada tiga SMA dan satu SMK di Kota Sabang.



Sementara itu anggota Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Sabang, Ichwan Mirza, kepada Serambi, Sabtu (11/10) meminta  Pemko Sabang segera menarik buku teks Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan itu, karena bertentangan dengan budaya  Aceh yang Islami. Mengajarkan cara pacaran seperti diulas dalam buku tersebut, termasuk membolehkan pacaran.



Selain bertentangan dengan ajaran Islam, katanya, pendidikan seperti ini dapat menjerumuskan siswa dalam perbuatan mesum/zina. ”Kalau pacaran dianggap hal yang lumrah, tidak tertutup kemungkinan para siswa berprilaku seks bebas,” ujarnya.



Karena itu, selaku anggota MPD Sabang, ia menolak  pendidikan tersebut dan mengharapkan kepeda Kementerian Pendidikan RI manarik segera dari sekolah-sekolah.”Saya yakin, para ulama juga tidak setuju dengan ajaran seperti itu. Apakah ini  faktor kecolongan atau disengaja oleh pemerintah?,” ujar Ichwan Mirza | SUMBER SERAMBI 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.