Header Ads

Bising Suara Genset PT. Sewa Tama, Warga Alue Dua Unjukrasa

acehbaru.com | Langsa- Sedikitnya 150 an warga Gampong Alue dua Kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa berunjukrasa, pasalnya suara mesin Genset milik PT SewaTama beserta PT BGP terletak di desa tersebut membuat bising warga sekitar.



Sementara PT Sewa Tama yang berkantor pusat di Jakarta dan perwakilannya di Medan bernaung dibawah KPT, bergerak dibidang rental ginset berkerja sama dengan PT PLN yang lokasinya berada diGampong Alue Dua, keberadaan dua perusahaan tersebut sejak bulan Juli 2014 lalu.



Menurut informasi dari sejumlah warga sebagai sumber diLapangan, deruan mesin yang amat sangat membisingkan itu telah mengganggu ketemtraman dan kenyamanan warga,”demikian ungkap Geuchik AlueDua Hasballah yang mewakili warga desanya saat ditemui wartawan.



Sumber lainnya juga terdiri dari sejumlah tokoh masyarakat, seperti Tgk.Jarimin, Zainal alias Gade, Tgk.Amri, Karyani dan lain-lainnya, kepada media ini mereka menyampaikan hal yang sama. Selama beroperasinya kedua perusahaan tersebut, dirasakan sangat mengganggu kenyamanan warga apalagi lokasi keberadaan perusahaan sangat berdekatan dengan komplek tempat Pendidikan Agama (TPA).



Warga berunjuk rasa mulai pukul 09.00WIB dibawah guyuran hujan gerimis, mereka menuntut beberapa opsi, antara lain. perusahaan harus ada upaya antisipasi terhadap suara mesin yang sangat keras dan membisingkan warga sekitar. Kedua, perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama dengan menampung tenaga kerja lokal dan ketiga, perusahaan harus bersedia memberikan kompensasi berupa bantuan materi atau dengan mendapatkan gratis biaya beban lampu PLN terhadap warga desa setempat,”ujar Geuchik Hasballah meniru ungkapan warganya.



Tak lama kemudian, terjadilah negosiasi antara perusahaan dibawah kordinir Arik selaku Manager dengan beberapa orang delegasi yg merupakan perpanjangan tangan para pengunjukrasa.



Hasil negosiasi dimaksud, telah melahirkan kesepakatan kedua belah pihak, akan tetapi perusahaan meminta waktu selambat-lambatnya dua minggu dan paling cepat satu minggu untuk merealisasikan segala tuntutan warga. Arik juga bersedia menerima berupa sanksi apapun apabila tidak dapat memenuhi tuntutan warga, misalnya harus menghentikan kegiatan perusahaan dan sebagainya.



Pihak berunjukrasa mengatakan, jika tuntutannya tidak dipenuhi, warga masyarakat Alue Due seluruhnya kembali akan melakukan demo dalam jumlah yg besar. Acara unjukrasa yang berlangsung dibawah guyuran hujan gerimis hingga selesai itu dikawal oleh sejumlah petugas kepolisian dari Polresta Langsa, dari Polsek LangsaBarat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Suparwanto dan juga beberapa personil TNI dari Koramil LangsaBarat. |JIM|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.