Header Ads

Anak Buah Tuntut Keadilan, Gubernur Aceh 'Peukaranyan' Tugas Polisi dan Kodam

acehbaru.com | Lhokseumawe- Tuntutan keadilan dan kesejahteraan yang dilakukan kelompok Nurdin Bin Ismail (37) Din Minimi mantan combatan GAM di Aceh Timur kepada mantan pimpinan tinggi mereka yang kini menjabat sebagai Gubernur Aceh tidak mendapat tanggapan positif. Justru sebaliknya Gubernur Zaini Abdullah menganggap Din Minimi adalah pengganggu perdamaian aceh maka tugas membereskan adalah Polisi dan Kodam. Selasa 14 Oktober 2014



“Kita ada Polda Aceh dan Kodam IM. Jadi, kalau ada yang mengganggu perdamaian di Aceh itu tugas polisi dan TNI. Kita serahkan saja persoalan itu kepada aparat penegak hukum,” ujar Gubernur Aceh, Zaini Abdullah sebagaimana dimuat harian serambi Indonesia Selasa 14 oktober 2014,dalam kunjungan kerja Gubernur di Aceh Tenggara



Nurdin Alias Din Minimi adalah mantan GAM kawasan Sagoe Nurul A’la Kuta Binje Aceh Timur. Din bukanlah pengakup-ngaku GAM, dalam keluarganya ia tiga orang terlibat membantu perjuangan Gerakan Aceh Merdeka.



Adiknya bernama Hamdani alias Sitong, tewas dalam pertempuran antara GAM dengan aparat tahun 2004. Adik ke tiganya, Mak Isa alias si Bukrak, hilang saat konflik Aceh, dan hingga kini tidak diketahui hidup atau mati. Dan terakhir adik bungsunya, Azhar, kini pengangguran dan berdomisili di Aceh Timur.



Jumat 10 Oktober 2014 ia Din Minimi bersama dua pengawalnya, tampil memegang senjara laras panjang, dengan baju singlet loreng, didada kiri baju bergambar Buraq dan Singa yang tidak lain adalah lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Foto tersebut diambil disebuah lokasi persembunyian mereka di Aceh Timur.



Dalam pernyataannya Nurdin  akan melawan  pemimpin Aceh yaitu Zaini -Muzakkir  dengan cara apapun, karena mereka  dianggap tidak amanah terhadap MoU Helsinki.



Perlawanan ini dilakukannya  karena Pemerintah ZIKIR dinilai tidak memperhatikan kehidupan mantan kombatan GAM, serta rakyat miskin. Zaini-Muzakkir juga dianggap  tidak memperhatikan kelangsungan pendidikan anak yatim korban konflik. “Banyak mantan kombatan GAM, janda, dan anak yatim peninggalan konflik Aceh yang hidupnya sangat memprihatinkan.



Din Minimi yang berharap adanya perhatian untuk kesejahteraan orang yang telah berrjuang dimasa silam sepertinya pupus sudah, menyusul pernyataan mantan pimpinannya yang juga Gubernur Aceh saat ini. Malah ia akan menghadapi resiko kematian, karena atas unjuk senjata yang dilakukan ia telah menjadi target utama kepolisian Aceh Timur. | IRA|



 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.